Rabu, 22 Januari 2025

REMAJA YANG MENJAGA KELAKUANNYA - Agitha Barbara Lim Saragih

 



MAZMUR 119:9

"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuan bersih dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu”

    Ada banyak anak remaja yang tidak menjaga dirinya sendiri karena pergaulan bebas banyak juga anak remaja yang jauh dari pada Tuhan mereka yang selalu jatuh dalam dosa karena mereka tidak pernah mau mencoba dekat dengan Tuhan atau bergaul dengan Tuhan. Contohnya akhir-akhir ini banyak berita tentang anak remaja yang terjerumus dalam dosa seks bebas yang menyebabkan mereka hamil diluar nikah. Keadaan ini menjadi duka bagi keluarga terutama kedua orang tua yang merasa kecewa. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menjaga diri dan menjaga pergaulan kita dengan cara selalu mendengarkan firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam.

    Contoh lain perilaku buruk yang sering dilakukan remaja yaitu suka bertengkar. Anak remaja sering melakukan pertengkaran yang semena-mena kepada teman sebayanya tanpa alasan yang pasti. Perilaku ini menjadi keresahan bagi semua orang baik di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Firman Tuhan sudah mengingatkan kita untuk menjaga kelakuan dalam Amsal 3:30 "janganlan bertengkar tidak semena-mena dengan seorang jikalau ia tidak berbuat jahat."

    Kitab 1 korintus 15:33 juga mengajarkan kita untuk jangan sesat akan pergaulan kita karena banyak orang yang sesat akan pergaulannya. Firman Tuhan mengajarkan untuk menjaga pergaulan karena pergaulan yang buruk bisa merubah kebiasaan kita yang baik. Contohnya, jika kita selalu renungkan firman Tuhan setiap hari tetapi kita memilih bergaul dengan orang-orang yang tidak suka membaca firman Tuhan, maka perlahan-lahan kita akan mengikuti perilaku mereka dan tidak pernah lagi mau membaca atau merenungkan firman Tuhan

    Tuhan mau remaja berubah dengan pembaharuan budi nya sendiri. Tuhan sendiri mau kalau kita mengucap syukur selalu akan apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Tuhan mau kita mengatakan yang jujur terhadap Dia, sehingga apabila ada remaja yang sesat pergaulannya bisa berubah melalui firman-Nya.

Amin, Tuhan Yesus memberkati

 

MENJADI PENGARUH TANPA HARUS TUA - Christian Lionel Panamuan


 

    Menjadi pengaruh yang baik terdengar mudah saat diucapkan, tetapi tanpa usaha dan niat yang benar, hal itu menjadi cukup menantang saat arus dunia di sekitar kita sangat berbeda. Tetapi arus yang berbeda bukanlah halangan jika kita melakukannya demi nama Tuhan, dan ada penyertaan dari Tuhan. Salah satu contoh Alkitab yang menjadi contoh bagi kita anak muda adalah Timotius. Timotius yang masih muda menjadi anak Paulus yang sah dalam iman. Meskipun muda, tugasnya tidaklah ringan. Tugasnya dalam menghadapi pengajaran sesat dan membimbing jemaat menunjukkan bahwa seorang muda memiliki potensi besar untuk berpengaruh baik tanpa terpengaruh arus dunia di sekitarnya. 

    Dengan tujuan yang mulia, bimbingan, dan penyertaan yang benar, Timotius dapat menjadi model contoh bagi remaja seperti kita pada zaman ini yang pengaruh di sekitar kita jauh lebih besar dan lebih luas. Salah satu contoh model bagi kita juga merupakan yang meskipun muda, terpilih oleh Tuhan , dan meskipun tidak dianggap dalam keluarganya sendiri, dia dapat melakukan yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain, yaitu Daud

(1Sam 16 12-13) Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: ”Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

    Saat hari itu ia dipanggil dan diurapi, Daud sedang menggembalakan domba-domba di padang dan menjadi yang terakhir dipanggil. Ini menunjukkan bahwa Daud seperti tidak ada dalam prioritas orang tua-nya karena dia paling muda, dan mungkin orang tua-nya berpikir bahwa dia tidak terlalu bisa diandalkan seperti ketiga kakaknya yang dihadapkan Isai ( ayah Daud ) kepada Samuel. Tetapi, di ayat ke 12 dan 13, Tuhan menunjukkan, bahwa orang yang dipilih-Nya tidak terbatas umur, dan tidak terbatas anggapan karena kehendak Tuhan bukanlah seperti kehendak manusia. Daud berpengaruh baik dengan menjadi salah satu raja atas seluruh Israel yang membawa kemakmuran dan merupaan orang yang berkenan kepada Tuhan.

(1Sam 17 : 49-50)

lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

    Daud mengalahkan Goliat hanya dengan umban dan batu sedangkan Goliat berupa raksasa, berzirah, dan bersenjata, serta kuat perkasa. Tetapi, dengan berbekal iman dan penyertaan Tuhan terhadap dia, Daud mengalahkan Goliat. Sesuatu yang bisa dilihat sebagai kemustahilan jika dilihat dari sudut pandang manusia, tetapi Tuhan bukanlah manusia sehingga tidak ada yang mustahil bagi dia. Daud menjadi orang yang dapat kita contohi karena iman-nya, keteguhannya, dan hubungan-nya yang intim dengan Tuhan. Karena, meskipun muda, dia memiliki sifat-sifat tersebut sehingga patut dicontoh bagi kita remaja masa kini.

(Mazmur 119:9) Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.

Sebagai seorang muda, kita dapat menjadi pengaruh baik dan berkelakuan bersih dengan menjaganya sesuai dengan firman dan perintah Allah.

Dan pengaruh baik apa saja yang harus kita miliki ?

(Mat. 5 : 13-16)

”Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

   Kita dapat menjadi garam dunia (ay.13) yang berarti kita harus memberi dampak yang mempengaruhi dunia dalam hal yang baik. Dan kita juga dapat menjadi terang dunia (ay. 14-16) yang berarti kita harus memiliki pengaruh yang memberkati orang-orang di sekitar kita. Ibarat terang yang menyinari kegelapan, kita menjadi berkat di antara orang-orang di sekitar kita di tengah arus dunia.

Amin, Tuhan Yesus memberkati 




Rabu, 15 Januari 2025

Jika Saat Muda Bisa, Mengapa Harus Menunggu Tua? - Adimas Daru Prasetya



 

1 Timotius 4:12

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda, tetapi jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan, tingkah laku, kasih, iman dan kesucian”

    Sebagai remaja Kristen, kita sering kali merasa tidak dihargai karena kita dianggap masih muda. Banyak orang yang menganggap kalau kita masih belum bisa memberikan contoh yang positif kepada orang lain. Tapi, melalui 1 Timotius 4:12 Rasul Paulus memberikan sebuah nasihat yang sangat penting yaitu, kita tetap bisa bahkan kita sebagai remaja bisa memberi teladan yang baik kepada orang lain. Ada beberapa cara untuk menjadi teladan yang baik.

1. Menjadi Teladan dalam Perkataan

    Salah satu cara kita bisa menjadi teladan adalah dengan perkataan kita. Apa yang kita katakan akan menjadi pengaruh untuk orang yang ada di sekitar kita. Sebagai Remaja Kristen kita harus berbicara menggunakan akal budi dan kasih. Hindari perkataan kasar dan menyakiti hati orang lain. Perkataan yang membangun dan penuh dengan kebenaran adalah cerminan iman kita.

2. Menjadi Teladan dalam Tingkah Laku

    Tidak hanya perkataan, kita juga harus memperhatikan tingkah laku kita. Jika tingkah laku kita baik maka kita bisa jadi teladan tapi, jika tingkah laku kita buruk, kita harus memperbaiki dan mengubah tingkah laku kita agar kita bisa menjadi teladan karena jika tidak diubah kita tidak bisa jadi teladan karena mungkin kita tidak lebih baik dari orang lain. Tapi jika iman kita kuat pasti kita baik karena tingkah laku kita adalah refleksi dari karakter diri kita sendiri.

3. Teladan dalam Kasih dan Kesetiaan

    Kasih merupakan hal yang paling utama atau inti dari ajaran Yesus. Mengasihi dengan tulus, tanpa pandang bulu adalah salah satu bentuk kita mengasihi yang diajarkan oleh Yesus. Dalam segala sesuatu kasih harus menjadi motivasi kita agar bisa menjadi teladan. Begitu juga dengan kesetiaan kita harus punya iman yang kuat agar bisa tetap setia walaupun ada orang yang mengajak kita untuk berbuat hal yang salah kita tetap setia dan memegang teguh iman kita karena kasih dan kesetiaan merupakan gambaran diri kita yang Yesus ciptakan.

4. Teladan dalam hal Kesucian

    Di dunia ini tidak ada orang yang tidak pernah melakukan dosa. Tapi, orang akan berusaha suci atau tidak melakukan dosa. Suci bukan berarti tidak melakukan dosa tapi, berarti tidak melakuan dosa yang pernah dilakukan. Jika kita bisa suci itu berarti kita sudah bisa jadi teladan bagi orang lain contohnya, jika ada teman kita yang mengajak melakukan dosa, kita harus berani menolak karena kita harus jadi teladan justru, kita harus mengingatkan teman kita agar tidak melakukan dosa dan bertobat serta, berusaha suci.

    Jadi, jangan takut untuk jadi teladan pada usia muda justru banggalah karena kamu bisa jadi contoh dan membuat perubahan bagi orang disekitarmu bahkan semua orang di dunia.

Amin, Tuhan Yesus Memberkati.

Remaja Sebagai Terang Dunia - Giovani J. Chandra

 

Matius 5 : 14

“Kamu terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi “

     Generasi muda saat ini sering kali dipandang sebagai beban yang dianggap tidak memiliki bakat atau potensi oleh masyarakat. Namun, berdasarkan keyakinan agama, mereka memiliki kemampuan besar untuk menciptakan perubahan positif dalam dunia. Seperti yang dinyatakan dalam Matius 5:14, kita diibaratkan sebagai cahaya dunia yang dipersiapkan untuk memberikan dampak yang baik, baik di masa kini maupun masa depan.

     Suatu ketika, seorang anak dari keluarga kaya merasakan kesepian yang mendalam akibat kurangnya kasih sayang dari orang tuanya, yang hanya menghabiskan waktu bersamanya saat liburan akhir tahun. Suatu hari, temannya mengajaknya ke gereja untuk berdoa. Saat berdoa, ia melihat seorang anak yang sedang membersihkan gereja dan merasa tertarik untuk mendekatinya. Ketika mereka berbincang, ia mengetahui bahwa anak tersebut adalah yatim piatu yang tinggal di gereja. Meskipun dalam keadaan sulit, anak itu tetap bahagia karena merasa memiliki Tuhan Yesus sebagai sosok ayah. Perasaan terharu ini mendorong anak dari keluarga kaya tersebut untuk lebih mengenal Tuhan, sehingga ia juga dapat menemukan sosok figur ayah.

     Namun, dalam perjalanan menuju masa remaja yang dapat memengaruhi dunia, kita sering menghadapi berbagai tantangan, seperti gaya hidup tidak sehat, ketergantungan pada media sosial, dan pergaulan negatif yang bisa mengarah pada perilaku merugikan seperti penyalahgunaan narkoba dan tawuran. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk berpegang teguh pada nilai-nilai moral dan ajaran agama sebagai panduan hidup bagi remaja Kristen.

  Sebagai remaja yang berpegang pada iman Kristen, ada banyak cara untuk menunjukkan perilaku baik, seperti berperilaku jujur, mencintai sesama, dan menjadi teladan yang memuliakan Tuhan. Dengan demikian, dunia dapat melihat kita sebagai cahaya yang bersinar, dan ketika mereka menyaksikan gaya hidup kita yang berbeda, mereka akan tertarik untuk mengenal Tuhan yang kita sembah.

      Bayangkan jika semua remaja Kristen di seluruh dunia berkomitmen untuk menjadi teladan dan membawa pengaruh positif. Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik dan indah, dipenuhi dengan kasih sayang antar sesama, sikap saling memaafkan, dan mengedepankan kebenaran. Dengan cara ini, nilai-nilai Tuhan akan menyelimuti seluruh umat manusia.

Refleksi Diri:

Apakah kehidupan remaja kita sudah menjadi terang bagi dunia? Apa langkah kecil yang bisa kita ambil hari ini untuk memberi pengaruh positif di masa yang akan datang?

Doa:

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mempercayakan kami untuk menjadi terang dunia. Tolong kami agar mampu menghadapi tantangan dan tetap hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Jadikan kami saluran kasih-Mu, sehingga dunia ini dapat melihat terang-Mu melalui hidup kami. Dalam nama Yesus, kami berdoa.

 Amin, Tuhan Yesus memberkati

Menjadi Anak Remaja Yang Bertahan Di Tengah Pencobaan - Rosalia Milda




Yakobus 1:2-3

“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.”                                                                                 

 

      Dalam perjalanan hidup manusia, pasti akan selalu bertemu atau menghadapi pencobaan, terkhususnya bagi anak-anak remaja. Masa remaja adalah proses dari anak-anak menuju dewasa. Saat menjalani proses ini, anak remaja sedang mengalami masa pubertas dengan emosional yang belum terkontrol sepenuhnya. Akibatnya, banyak sekali anak remaja yang jatuh kedalam dosa, terutama anak remaja yang merespon pencobaan dengan tidak benar dan menganggap bahwa Tuhan tak pernah menolong disaat  menghadapi pencobaan. Oleh sebab itu, sebagai anak remaja Kristen perlu untuk mengetahui apa yang menjadi tuntunan dan bagaimana cara untuk merespon pencobaan yang datang dalam kehidupan ini.

     Kita sebagai anak remaja Kristen harus tahu dan menyadari kasih Tuhan pada kita. Begitu besar kasih Tuhan dalam kehidupan kita sehingga Ia memberikan tuntunan hidup yaitu Firman  Tuhan atau Alkitab, agar kita tetap berjalan di jalan-Nya. Dalam Surat Yakobus, pencobaan yang dimaksud adalah alat tes atau alat uji untuk menghasilkan sesuatu. Dan janganlah berpikir bahwa pencobaan datang pada mereka yang menyimpang dari jalan-Nya, karena pencobaan ini dapat datang kepada siapa saja, sekalipun Ia adalah orang yang sangat dekat dengan Allah (Yohanes 1:3). 

    Dalam Surat Yakobus ini, Tuhan mengajarkan kepada setiap orang percaya untuk berbahagia saat mendapatkan pencobaan (Yakobus 1:2). Arti "bahagia" di ayat ini dapat diartikan sebagai sukacita maupun bersyukur. Alasan kita untuk berbahagia, yaitu pencobaan yang datang merupakan alat uji untuk kita dapat naik pada tingkat yang lebih tinggi dan untuk melihat kadar iman yang kita miliki. Kemudian, Tuhan mengatakan bahwa pencobaan yang kita alami hanyalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan kita dan pertolongan Tuhan selalu ada di dalam hidup kita ( 1 Korintus 10:13). 

Minggu, 12 Januari 2025

Jadilah Terang Dunia - Maton Elyakhin



Matius 5:14-16

"Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." 

    Dalam bacaan Matius 5:14-16, Yesus dengan jelas mengatakan kepada kita, “Kamu adalah terang dunia.” Terang adalah sesuatu yang memberi penerangan dan petunjuk di tempat yang gelap. Tanpa terang, kita bisa tersesat. Namun, dengan terang, kita bisa melihat arah dan menemukan jalan. Terang bukan hanya berfungsi untuk memberikan cahaya, tetapi juga untuk memberi rasa aman dan harapan. Dalam kehidupan kita, terang bukan hanya soal menjadi orang yang baik atau sopan santun, tetapi lebih dari itu, terang adalah kehidupan yang memancarkan kasih dan kebenaran Kristus.

REMAJA YANG MENJAGA KELAKUANNYA - Agitha Barbara Lim Saragih

  MAZMUR 119:9 "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuan bersih dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu”      Ada banya...