Rabu, 22 Januari 2025

MENJADI PENGARUH TANPA HARUS TUA - Christian Lionel Panamuan


 

    Menjadi pengaruh yang baik terdengar mudah saat diucapkan, tetapi tanpa usaha dan niat yang benar, hal itu menjadi cukup menantang saat arus dunia di sekitar kita sangat berbeda. Tetapi arus yang berbeda bukanlah halangan jika kita melakukannya demi nama Tuhan, dan ada penyertaan dari Tuhan. Salah satu contoh Alkitab yang menjadi contoh bagi kita anak muda adalah Timotius. Timotius yang masih muda menjadi anak Paulus yang sah dalam iman. Meskipun muda, tugasnya tidaklah ringan. Tugasnya dalam menghadapi pengajaran sesat dan membimbing jemaat menunjukkan bahwa seorang muda memiliki potensi besar untuk berpengaruh baik tanpa terpengaruh arus dunia di sekitarnya. 

    Dengan tujuan yang mulia, bimbingan, dan penyertaan yang benar, Timotius dapat menjadi model contoh bagi remaja seperti kita pada zaman ini yang pengaruh di sekitar kita jauh lebih besar dan lebih luas. Salah satu contoh model bagi kita juga merupakan yang meskipun muda, terpilih oleh Tuhan , dan meskipun tidak dianggap dalam keluarganya sendiri, dia dapat melakukan yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain, yaitu Daud

(1Sam 16 12-13) Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: ”Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

    Saat hari itu ia dipanggil dan diurapi, Daud sedang menggembalakan domba-domba di padang dan menjadi yang terakhir dipanggil. Ini menunjukkan bahwa Daud seperti tidak ada dalam prioritas orang tua-nya karena dia paling muda, dan mungkin orang tua-nya berpikir bahwa dia tidak terlalu bisa diandalkan seperti ketiga kakaknya yang dihadapkan Isai ( ayah Daud ) kepada Samuel. Tetapi, di ayat ke 12 dan 13, Tuhan menunjukkan, bahwa orang yang dipilih-Nya tidak terbatas umur, dan tidak terbatas anggapan karena kehendak Tuhan bukanlah seperti kehendak manusia. Daud berpengaruh baik dengan menjadi salah satu raja atas seluruh Israel yang membawa kemakmuran dan merupaan orang yang berkenan kepada Tuhan.

(1Sam 17 : 49-50)

lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

    Daud mengalahkan Goliat hanya dengan umban dan batu sedangkan Goliat berupa raksasa, berzirah, dan bersenjata, serta kuat perkasa. Tetapi, dengan berbekal iman dan penyertaan Tuhan terhadap dia, Daud mengalahkan Goliat. Sesuatu yang bisa dilihat sebagai kemustahilan jika dilihat dari sudut pandang manusia, tetapi Tuhan bukanlah manusia sehingga tidak ada yang mustahil bagi dia. Daud menjadi orang yang dapat kita contohi karena iman-nya, keteguhannya, dan hubungan-nya yang intim dengan Tuhan. Karena, meskipun muda, dia memiliki sifat-sifat tersebut sehingga patut dicontoh bagi kita remaja masa kini.

(Mazmur 119:9) Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.

Sebagai seorang muda, kita dapat menjadi pengaruh baik dan berkelakuan bersih dengan menjaganya sesuai dengan firman dan perintah Allah.

Dan pengaruh baik apa saja yang harus kita miliki ?

(Mat. 5 : 13-16)

”Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

   Kita dapat menjadi garam dunia (ay.13) yang berarti kita harus memberi dampak yang mempengaruhi dunia dalam hal yang baik. Dan kita juga dapat menjadi terang dunia (ay. 14-16) yang berarti kita harus memiliki pengaruh yang memberkati orang-orang di sekitar kita. Ibarat terang yang menyinari kegelapan, kita menjadi berkat di antara orang-orang di sekitar kita di tengah arus dunia.

Amin, Tuhan Yesus memberkati 




1 komentar:

  1. diperlukan sebuah komitmen lebih tepatnya konsisten dalam segala hal.. Memang tidak mudah,,tetapi saya yakin kita bisa..

    BalasHapus

REMAJA YANG MENJAGA KELAKUANNYA - Agitha Barbara Lim Saragih

  MAZMUR 119:9 "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuan bersih dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu”      Ada banya...