Menjadi pengaruh yang baik terdengar mudah saat diucapkan, tetapi tanpa usaha dan niat yang benar, hal itu menjadi cukup menantang saat arus dunia di sekitar kita sangat berbeda. Tetapi arus yang berbeda bukanlah halangan jika kita melakukannya demi nama Tuhan, dan ada penyertaan dari Tuhan. Salah satu contoh Alkitab yang menjadi contoh bagi kita anak muda adalah Timotius. Timotius yang masih muda menjadi anak Paulus yang sah dalam iman. Meskipun muda, tugasnya tidaklah ringan. Tugasnya dalam menghadapi pengajaran sesat dan membimbing jemaat menunjukkan bahwa seorang muda memiliki potensi besar untuk berpengaruh baik tanpa terpengaruh arus dunia di sekitarnya.
Dengan tujuan yang mulia,
bimbingan, dan penyertaan yang benar, Timotius dapat menjadi model contoh bagi
remaja seperti kita pada zaman ini yang pengaruh di sekitar kita jauh lebih
besar dan lebih luas. Salah satu contoh model bagi kita juga merupakan yang
meskipun muda, terpilih oleh Tuhan , dan meskipun tidak dianggap dalam keluarganya
sendiri, dia dapat melakukan yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain, yaitu
Daud
(1Sam 16 12-13) Kemudian
disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya
elok. Lalu TUHAN berfirman: ”Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”
Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di
tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh
TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
Saat hari itu ia
dipanggil dan diurapi, Daud sedang menggembalakan domba-domba di padang dan
menjadi yang terakhir dipanggil. Ini menunjukkan bahwa Daud seperti tidak ada
dalam prioritas orang tua-nya karena dia paling muda, dan mungkin orang tua-nya
berpikir bahwa dia tidak terlalu bisa diandalkan seperti ketiga kakaknya yang
dihadapkan Isai ( ayah Daud ) kepada Samuel. Tetapi, di ayat ke 12 dan 13,
Tuhan menunjukkan, bahwa orang yang dipilih-Nya tidak terbatas umur, dan tidak
terbatas anggapan karena kehendak Tuhan bukanlah seperti kehendak manusia. Daud
berpengaruh baik dengan menjadi salah satu raja atas seluruh Israel yang
membawa kemakmuran dan merupaan orang yang berkenan kepada Tuhan.
(1Sam 17 : 49-50)
lalu Daud memasukkan
tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya,
diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke
dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud
mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang
Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.
Daud mengalahkan Goliat
hanya dengan umban dan batu sedangkan Goliat berupa raksasa, berzirah, dan
bersenjata, serta kuat perkasa. Tetapi, dengan berbekal iman dan penyertaan
Tuhan terhadap dia, Daud mengalahkan Goliat. Sesuatu yang bisa dilihat sebagai
kemustahilan jika dilihat dari sudut pandang manusia, tetapi Tuhan bukanlah
manusia sehingga tidak ada yang mustahil bagi dia. Daud menjadi orang yang
dapat kita contohi karena iman-nya, keteguhannya, dan hubungan-nya yang intim
dengan Tuhan. Karena, meskipun muda, dia memiliki sifat-sifat tersebut sehingga
patut dicontoh bagi kita remaja masa kini.
(Mazmur 119:9) Dengan
apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai
dengan firman-Mu. janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
Sebagai seorang muda,
kita dapat menjadi pengaruh baik dan berkelakuan bersih dengan menjaganya
sesuai dengan firman dan perintah Allah.
Dan pengaruh baik apa
saja yang harus kita miliki ?
(Mat. 5 : 13-16)
”Kamu adalah garam dunia.
Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi
gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang
terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak
menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki
dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya
terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik
dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Kita dapat menjadi garam dunia (ay.13) yang berarti kita harus memberi dampak yang mempengaruhi dunia dalam hal yang baik. Dan kita juga dapat menjadi terang dunia (ay. 14-16) yang berarti kita harus memiliki pengaruh yang memberkati orang-orang di sekitar kita. Ibarat terang yang menyinari kegelapan, kita menjadi berkat di antara orang-orang di sekitar kita di tengah arus dunia.
Amin, Tuhan Yesus memberkati

diperlukan sebuah komitmen lebih tepatnya konsisten dalam segala hal.. Memang tidak mudah,,tetapi saya yakin kita bisa..
BalasHapus